Search

Loading...

SociaL sHarE

Thursday, May 17, 2012

Pentingnya Perencanaan Finansial Demi Terwujudnya Kualitas Ekonomi

               
                Saya merupakan anak ke 3 dari 4 bersaudara dalam lingkup keluarga yang sederhana. Saya sekarang masih menempuh study S1 di perguruan tinggi swasta di mojokerto. Dimana saya sebentar lagi akan lulus bangku perkuliahan dan bergelar sarjana yang pada masa itu mau tidak mau saya harus bisa mandiri dan hal itu sudah saya rencanakan dari pertengahan masa perkuliahan yang telah saya jalani. Sebisa mungkin pasca kuliah saya harus langsung dapat pekerjaan yang layak yang nantinya dapat menunjang kehidupan saya dimasa mendatang.
                Sebagai manusia yang normal saya pun juga memimpikan punya istri dan juga anak sebagai pelengkap hidup saya. Untuk itu, sejak pertengahan masa kuliah, saya sudah belajar untuk hidup mandiri yang sebisa mungkin tidak hanya bergantung kepada orang tua. Dan mulai saat itupun saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya demi mewujudkan ekonomi yang sejahtera setelah lulus kuliah maupun pada saatnya saya telah berkeluarga. Dan dalam hal ini BCA lah yang tepat sebagai penunjang ‘ rencana masa depan’ saya. Dengan bebagai macam program yang ditawarkan dan juga pelayanan yang maksimal yang diberikan tentunya sangat memuaskan untuk para pelanggan atau nasabahnya. Dengan adanya ‘layanan pebankan’ yang disertai juga dengan ‘kemudahan transaksi’ yang dimana hal ini merupakan hal yang paling utama yang dicari para nasabah dan termasuk saya sendiri secara pribadi. Nilai lebih atau sisi positif dari BCA antara lain juga dengan adanya bebagai macam ‘produk perbankan’ yang menjadikan BCA sebagai ‘solusi perbankan’ untuk kita dan saya sendiri khususnya. Sehingga pada akhirnya BCA menjadikan kita leluasa dalam hal financial atau dalam kata lain kita mempunyai ‘kebebasan financial’ dalam lingkup ekonomi kehidupan kita.
                Nah, dari berbagai macam asumsi diatas ditambah dengan berbagai macam nilai plus dari BCA untuk kita sebagai penunjang kebebasan financial kita, tentunya memang sangat penting dengan yang namanya ‘perencanaan finansial’ yang merupakan salah satu pondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi financial dalam kehidupan kita baik untuk sekarang, esok, atau masa yang akan dating. Dan, BCA lah pilihan yang tepat untuk mewujudkan impian saya dan kita pada umumnya. Mari bersama BCA kita wujudkan cita-cita dan impian kita.
Sunday, August 14, 2011

Faktor-faktor penyebab rendahnya pemberian ASI eksklusif pada bayi usia di bawah 6 bulan di kelurahan KTI KEBIDANAN


BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Angka kematian bayi yang cukup tinggi didunia dapat dihindari dengan pemberian air susu ibu pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan kegiatan yang berperan  penting dalam pemeliharaan anak dan persiapan generasi penerus dimasa depan (Arifin, 2004). Dukungan politis dari pemerintah terhadap peningkatan penggunaan ASI termasuk ASI ekslusif telah memadai, hal ini terbukti Departemen Kesehatan menggencarkan kampanye pemberian ASI ekslusif selama enam bulan disertai pula dengan informasi manfaat ASI ekslusif (Amori, 2007).
Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indicator kesehatan yang sensitif, pada tahun 2003, AKB di Indonesia tercatat 35 per 1000 kelahiran hidup, meskipun AKB di Indonesia tidak mengalami perbaikan tetapi keadaan tetap jauh lebih buruk, sedangkan dilihat dari data ASEAN Statistik Pocketbook dinegara asia bagian timur dan tengah, angka kematian bayi di Vietnam 18, Thailand 17, Filipina 26, Malaysia 5,6, dan Singapura 3  per 1000 kelahiran hidup (Sampurno, 2007).

Faktor-faktor penyebab petugas kesehatan tidak melakukan pemeriksaan PAP SMEAR di puskesmas KTI KEBIDANAN


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
            Diantara tumor ganas ginekologi, kanker servik uteri merupakan penyakit keganasan yang menimbulkan masalah dalam kesehatan kaum wanita terutama di negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia (Wiknjosastro, 1999)
            Hingga saat ini kanker servik uteri masih menempati urutan pertama penyakit yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Sementara di dunia, penderita kanker servik uteri terbanyak kedua setelah kanker payudara  (Mardiana, 2006)
            Dalam usaha menyelamatkan wanita agar tidak menjadi korban kanker servik uteri, usaha pencegahan dan diaknosa dini perlu dilakukan,                                  karena penanggulangan pada kasus yang sudah invasif  tidak memuaskan (Harahap, 1984) 

Faktor-faktor penyebab ibu hamil tidak melakukan senam hamil di BPS KTI KEBIDANAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Tolak ukur keberhasilan dan kemampuan pelayanan kesehatan suatu negara diukur dengan angka kematian ibu dan angka kematian perinatal. Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu angka kematian ibu akibat langsung dari proses reproduksi, sedangkan angka kematian bayi (AKB) yaitu angka kematian bayi sampai umur 1 tahun. Berdasarkan penelitian WHO diseluruh dunia Angka Kematian Ibu sebesar 500.000 jiwa per tahun dan kematian bayi sebesar 10.000.000 jiwa per tahun (Manuaba, 1998). AKI di Indonesia pada tahun 2003 sekitar 307 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan AKB 35 per 1.000 kelahiran hidup (Depkes RI, 2005).
AKI di Bandar Lampung  tahun 2004 sekitar 307 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 55 per 1.000 kelahiran hidup (Dinkes Prop. Lampung, 2005). AKI di Kota Metro pada tahun 2004  sekitar 1 per 2.914 kelahiran hidup dan AKB 37 per 2.914 kelahiran hidup (Dinkes Kota Metro, 2005). Banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yaitu dengan cara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Senam hamil adalah salah satu upaya promotif dan preventif untuk mengurangi AKI dan AKB.

Persalinan adalah saat yang monumental bagi seorang wanita (Weddingku.com, Maret 2006). Perasaan takut dan cemas dalam menghadapi persalinan biasanya terjadi pada wanita hamil dan menimbulkan ketegangan-ketegangan fisik dan psikis (Primadi, 1980).
Perubahan-perubahan pada ibu hamil yang pertama berupa perubahan fisik yaitu berupa pembesaran perut yang menyebabkan rasa pegal pada pinggang, varises, kram pada kaki, dan perubahan kedua adalah perubahan psikis yaitu berupa ketegangan yang menyebabkan rasa cemas (Primadi, 1980). Senam hamil menurut Viscera (1995) merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan (prenatal care). Senam hamil akan memberikan suatu hasil produk kehamilan (out come) persalinan yang lebih baik dibandingkan pada ibu-ibu hamil yang tidak melakukan senam hamil (Pintunet.com, Maret, 2006).
Senam hamil berfungsi untuk mengendurkan ketegangan-ketegangan, mengurangi pegal-pegal, mengelastiskan perineum dan dapat melakukan pernafasan secara teratur dalam menghadapi persalinan, secara psikologis juga berdampak positif untuk mengurangi rasa panik dan akhirnya proses persalinan dapat berjalan secara lancar (Weddingku.com, Maret 2006).
Senam hamil juga terbukti dapat membantu dalam perubahan metabolisme tubuh selama kehamilan, keuntungannya tingginya konsumsi oksigen untuk tubuh, aliran darah jantung, strok volume dan curah jantung. Selain itu dapat mengakibatkan perubahan peran jantung selama kehamilan yang berguna untuk membantu fungsi jantung sehingga para ibu hamil akan merasa lebih sehat dan tidak merasa sesak nafas serta membuat tubuh segar dan bugar. Pada wanita-wanita hamil yang melakukan senam hamil secara teratur dilaporkan memberi keuntungan persalinannya (Kala II) menjadi lebih pendek dan mengurangi terjadinya gawat janin pada waktu persalinan (Plintunet.com, Maret 2006). Sehingga dapat disimpulkan tujuan utama senam hamil adalah untuk meningkatkan stamina dan kondisi tubuh (Weddingku.com, Maret 2006).
Berdasarkan hasil pra survei dari bulan Januari-Maret 2006 di BPS CH Sudilah, dari 69 persalinan didapatkan 41 persalinan atau 60% yang mengalami ruptur perineum. Ibu hamil yang usia kehamilannya > 22 minggu yang melakukan ANC dari 160 ibu hamil didapatkan 120 atau 75% ibu hamil yang mengeluh pegal-pegal dan cepat lelah selama kehamilan. Hal ini terjadi karena banyak ibu-ibu hamil yang tidak melakukan senam hamil yang salah satu manfaatnya adalah untuk mengelastiskan perenium dan mengurangi pegal-pegal.
Berdasarkan hasil dari pra survei yang dilakukan pada bulan April tahun 2006 dari 20 ibu hamil yang usia kehamilannya di atas 22 minggu yang melakukan ANC didapatkan 3 orang yang sudah tahu tentang senam hamil baik manfaat, tujuan dan gerakan-gerakan senam hamil tapi tidak melakukan senam hamil dan 17 orang yang tidak tahu tentang senam hamil dan tidak melakukan senam hamil.
Dari uraian di atas maka penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul “Faktor-Faktor Penyebab Ibu Hamil tidak Melakukan Senam Hamil di BPS CH. Sudilah Kecamatan Metro Barat Kota Metro”.

B.     Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini “Apakah faktor-faktor Penyebab Ibu Hamil tidak Melakukan Senam Hamil di BPS CH. Sudilah Kecamatan Metro Barat Kota Metro?”

C.    Tujuan Penelitian

1.      Tujuan Umum
Untuk memperoleh gambaran faktor-faktor yang  menyebabkan ibu hamil tidak melakukan senam hamil di BPS CH. Sudilah Kecamatan Metro Barat Kota Metro.

2.      Tujuan Khusus
a.       Diperoleh gambaran faktor pengetahuan ibu hamil tentang tidak dilakukannya senam hamil di BPS CH. Sudilah Kecamatan Metro Barat Kota Metro.
b.      Diperoleh gambaran faktor pendidikan ibu hamil  tentang tidak dilakukannya senam hamil di BPS CH. Sudilah Kecamatan Metro Barat Kota Metro.

D.    Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penelitian ini, ruang lingkup penelitian ini adalah :
1.      Jenis penelitian      :  Deskriptif
2.      Subjek penelitian   :  Ibu hamil dengan usia kehamilan > 22 minggu yang tidak melakukan senam hamil.
3.      Objek penelitian    :  Faktor-faktor yang menyebabkan ibu hamil tidak melakukan senam hamil.
4.      Lokasi penelitian   :  di BPS CH. Sudilah Kecamatan Metro Barat Kota Metro.
5.      Waktu Penelitian   :  dilakukan dari tanggal 04 - 13 Mei 2006

E.     Manfaat Penelitian


1.   Bagi BPS CH. Sudilah 
Sebagai bahan evaluasi bagi BPS CH. Sudilah dalam rangka meningkatkan pelayanan antenatal care kepada ibu hamil khususnya senam hamil.

2.   Bagi Peneliti yang lain
Sebagai bahan informasi bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang senam hamil.

Followers