Search

Loading...

SociaL sHarE

Sunday, August 14, 2011

Faktor-faktor penyebab gangguan pemberian ASI pada ibu di desa KTI KEBIDANAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada waktu lahir bayi mempunyai berat badan sekitar 3 kg dan panjang badan 50 cm. Pada umur 5 – 6 bulan berat badan bayi sudah mencapai dua kali, pada umur 12 bulan sudah 3 kali berat badan lahir, dan tahun-tahun berikutnya kenaikan berat badan tidak begitu cepat lagi  lebih kurang 2 kg tiap tahunnya (Pudjiadi, 1997). Tetapi rata-rata pertambahan berat badan perbulan pada kelompok bayi yang diberi ASI eksklusif lebih besar dari pada bayi yang tidak diberi ASI eksklusif. Selain itu proporsi bayi yang mengalami gangguan kesehatan berupa diare, panas, batuk dan pilek pada kelompok bayi yang tidak diberi ASI eksklusif lebih besar dari pada bayi yang mendapat ASI eksklusif (Depkes RI, 2004).
Pemberian ASI dirasakan sangat menurun di beberapa negara industri dan menurun sangat cepat di negara-negara berkembang (G.J.Ebrahim, 1986). Bukti-bukti penurunan ibu dalam pemberian ASI di negara-negara maju misalnya di Amerika pada awal abad ke-20 kira-kira 71% ibu yang memberi ASI dan menurun menjadi 25%. Di Singapura pada tahun 1951 pada ibu dengan sosial ekonomi sedang dan baik 48% bayi mendapat ASI sedangkan pada golongan sosial ekonomi rendah 71%. Tetapi dalam waktu 1 tahun (1961) keadaan ini menurun menjadi 8% ibu-ibu dengan sosial ekonomi sedang dan 42% ibu-ibu dengan sosial ekonomi rendah (Soetjiningsih, 1997).
Di Indonesia  menurut hasil Survei Demografi Dan Kesehatan Indonesia  tahun 1997 memperlihatkan hanya 52% ibu yang memberikan ASI kepada bayinya. Dipastikan persentase tersebut jauh menurun bila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, 15 tahun lalu sebuah penelitian terhadap 460 bayi rawat gabung (rooming in) di RSCM memperlihatkan bahwa 71,1% ibu tidak memberi ASI eksklusif kepada bayinya (sampai berumur 2 bulan) sedangkan 20,2%  diantaranya memberi ASI eksklusif (Pdpersi, 2004).
Di Lampung persentase jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif sudah cukup tinggi yaitu 70,33% atau 2.190 bayi dari jumlah bayi keseluruhan 3.114 bayi bila dibandingkan dengan provinsi tetangga seperti Jakarta dan Bengkulu yang masing-masing 64,49% atau 332 bayi dari jumlah bayi 5000 bayi dan 64,49% atau 74.905 bayi dari jumlah bayi 116.149 bayi.
Di Lampung Tengah persentase jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif yaitu 96,56% atau 24,862 bayi dari jumlah bayi 25,746 bayi. Tetapi di Kecamatan Seputih Agung sendiri persentase bayi yang mendapatkan ASI eksklusif masih rendah yaitu 44,40% atau 448 bayi dari jumlah keseluruhan 1.007 bayi bila dibandingkan dengan Gunung Sugih 52,77% dan Kota Gajah 46,01%                    (Dinkes Lamteng, 2003).
Penyebab utama ibu-ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dijelaskan pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Penyebab Utama Ibu Tidak Memberikan ASI

Penyebab
Dikota
Di Desa
Ibu Sakit
18,6%
46,7%
ASI tidak keluar
49,6%
40,0%
Ibu bekerja
19,5%
33,3%
Sumber : G.J. Ebrahim, 1986:111
                                           
Ada penyebab lain yang tidak kalah penting yang menyebabkan ibu tidak mau memberi ASI eksklusif diantara adalah puting susu ibu yang lecet, ibu mengeluh payudaranya terlalu penuh dan terasa sakit (bendungan ASI) serta mastitis, sedangkan persentase yang lebih banyak adalah masalah puting susu lecet 57%. (Soetjiningsih, 1997).
Berdasarkan data dan uraian dari latar belakang maka penulis ingin mengetahui faktor-faktor penyebab gangguan pemberian ASI pada ibu di desa Simpang Agung kecamatan Seputih Agung.

B.     Rumusan Masalah
Dari data yang ada pada latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu “Faktor-faktor apa yang menyebabkan gangguan permberian ASI pada ibu di desa Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung?”.


C.    Ruang Lingkup Penelitian
Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup penelitian sebagai berikut :
1.      Sifat penelitian              :     Deskriptif
2.      Subyek penelitian         :     Ibu menyusui 
3.      Obyek penelitian           :     Faktor-faktor penyebab gangguan pemberian ASI pada ibu
4.      Lokasi                           :     Di Desa Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung
5.      Waktu penelitian           :     Tanggal 5 Mei - 11 Juni 2007

D.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah yang ada maka peneliti menetapkan tujuan umum dan tujuan khusus dari penelitian ini adalah :
1.      Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab gangguan pemberian ASI pada ibu di desa Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung. 

2.      Tujuan Khusus
a.       Diketahui faktor ibu sakit sebagai penyebab gangguan pemberian ASI.
b.              Diketahui faktor ibu bekerja sebagai penyebab gangguan pemberian ASI.
c.       Diketahui faktor puting susu lecet sebagai penyebab gangguan pemberian ASI.
d.      Diketahui faktor bendungan ASI sebagai penyebab gangguan pemberian ASI.
e.       Diketahui faktor mastitis sebagai penyebab gangguan pemberian ASI.

E.     Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini diharapkan memberikan :
1.      Bagi Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi mahasiswi kebidanan khususnya mahasiswi Politeknik Kesehatan Tanjung Karang Prodi Kebidanan Metro.
2.      Bagi Desa Simpang Agung
Diharapkan bermanfaat sebagai sumbangan pemikiran dan bahan masukan terhadap peningkatan pemberian ASI di desa Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung Lampung Tengah.
3.      Bagi Penulis
Penulis/peneliti dapat mengetahui dengan jelas tentang faktor penyebab gangguan pemberian ASI pada ibu, sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang ilmu kebidanan.


0 komentar:

Followers